MAAF BLOG SEDANG DALAM PERBAIKAN...
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Friday, March 25, 2011

Cinta : sebuah karya dari khalil gibran

kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
ketika kita menangis?
ketika kita membayangkan?
itu karena hal terindah di dunia tdk terlihat

ketika kita menemukan seseorang yang
keunikannya sejalan dengan kita, kita bergabung
dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan
serupa yang dinamakan cinta.

Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan,
seseorang yang tidak ingin kita tinggalkan,
tapi melepaskan bukan akhir dari dunia,
melainkan suatu awal kehidupan baru,
kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti,
mereka yang telah dan tengah mencari dan
mereka yang telah mencoba.
karena merekalah yang bisa menghargai betapa
pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan
mereka.

Cinta yang sebenarnya adalah ketika kamu
menitikan air mata dan masih peduli terhadapnya,
adalah ketika dia tidak memperdulikanmu dan
kamu masih menunggunya dengan setia.

Adalah ketika di mulai mencintai orang lain dan
kamu masih bisa tersenyum dan berkata
” aku turut berbahagia untukmu ”

Apabila cinta tidak bertemu bebaskan dirimu,
biarkan hatimu kembalike alam bebas lagi.
kau mungkin menyadari, bahwa kamu menemukan
cinta dan kehilangannya, tapi ketika cinta itu mati
kamu tidak perlu mati bersama cinta itu.

Orang yang bahagia bukanlah mereka yang selalu
mendapatkan keinginannya, melainkan mereka
yang tetap bangkit ketika mereka jatuh, entah
bagaimana dalam perjalanan kehidupan.
kamu belajar lebih banyak tentang dirimu sendiri
dan menyadari bahwa penyesalan tidak
seharusnya ada, cintamu akan tetap di hatinya
sebagai penghargaan abadi atas pilihan2 hidup
yang telah kau buat.

Teman sejati, mengerti ketika kamu berkata ” aku
lupa ….”
menunggu selamanya ketika kamu berkata ”
tunggu sebentar ”
tetap tinggal ketika kamu berkata ” tinggalkan aku
sendiri ”
mebuka pintu meski kamu belum mengetuk dan
belum berkata ” bolehkah saya masuk ? ”
mencintai juga bukanlah bagaimana kamu
melupakan dia bila ia berbuat kesalahan,
melainkan bagaimana kamu memaafkan.

Bukanlah bagaimana kamu mendengarkan,
melainkan bagaimana kamu mengerti.
bukanlah apa yang kamu lihat, melainkan apa
yang kamu rasa,
bukanlah bagaimana kamu melepaskan melainkan
bagaimana kamu bertahan.

Mungkin akan tiba saatnya di mana kamu harus
berhenti mencintai seseorang,
bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita
menyadari bahwa orang iu akan lebih berbahagia
 
apabila kita melepaskannya. kadangkala, orang yang paling mencintaimu adalah
orang yang tak pernah menyatakan cinta
kepadamu, karena takut kau berpaling dan
memberi jarak, dan bila suatu saat pergi, kau akan
menyadari bahwa dia adalah cinta yang tak kau
sadari
 
 
 

Yang Pergi Tanpa Melambaikan Tangan

Hanyut dalam euphoria 
lantunan musik untuk menutup perjamuan 
hari itu, semua bubar 
melangkah pergi meninggalkan tanah  
lapang rumput-rumput hijau
dengan beberapa gengam keceriaan 
yang terus terbawa sepanjang jalan.

Sebelum berpisah, 
kami lupa untuk melambaikan tangan. 
hanya senyum bertemu 
dengan senyum di beranda hati kami.

jauh dari sebuah sikap yang melankolis 
sebenarnya setelah perjamuan itu, 
kita sepakat dalam hati, 
setelah ini tidak ada apa-apa lagi 
antara seorang pejalan dengan 
pemain musik pertunjukan di pesta perjamuan.

Sisa hidup ini telah terisi 
dengan beragam jejak hati 
dan lambaian tangan yang mengarak harapan 
bahagia, tapi suatu ketika kenyataan berkata lain. 
sering berakhir dengan elegi.

Baiklah sebagai penutup perjumpaan, 
selalu aku bacakan isi dari Bhagavadgita; 
“mereka semua dilahirkan ke dunia ini 
karena darma..” 
“lakukan kwajibanmu tanpa engkau 
mengharap imbalan dari perbuatanmu..”

Seperti juga ketika engkau berpisah, 
berlalu tanpa melambaikan tangan, 
seolah engkau mengikhlaskan 
semua yang engkau perbuat tanpa 
harapan bakal dikenang dan dihargai. 
 
Hidup adalah hari ini, 
besok kita pun belum tahu apa 
yang akan terjadi, 
dan belum tentu juga kita akan selalu bermakna.

(Jogjakarta/2011/Katjha)
 
 
 

Pergi Kau

Kau yang dulu datang
mengetuk jendela hati
memaksa rasa….
terbuka kunci cinta

susah payah…
Ku biarkan kau masuk
mengisi,,,
tahta cinta suci

saat kau raja hatiku
beri warna hidupku
amalkan senyum tulus
bertasbih kalbu suci

waktu yang berjalan
buatmu lupa Akan kerajaan,,,
yang kau tahtai

tinggalkan singgasana suci
tinggalkan semua ketulusan hati

ku terlalu sulit terima
ku kunci pintu hati
tak kan ku buka lagi
karena hanya beri
sakit dihati

kini kau kembali
meminta tahta itu lagi
tapi ku tak perduli

pergi kau…
Jangan pernah kembali
tahta ini bukan milikmu lagi

kerajaan ini tlah terkunci
hanya yang tulus sejati
menjadi raja hatiku
lagi…….
 
 
 

Putih Yang mengHitam

Putih di saat itu
Bermekaran tak karuan melenggang
Hanya sementara…
Beban yang berkutat

Hitam, hina, rasa sesak, benci…
Menumpuk melihat Hitamnya
Dosa yang Hitam bercampur sesal kemudian
Entah apa yang akan hancur
Gagal sudah…

Hitam, sungguh pekat…
Hitam, lekat menghitam, membulat
Kentalnya Hina Hitam saat itu

Putih telah gagal
Hitam menjadi sesal yang teramat malu
Putih telah jatuh
Hitam akan selamanya merekat

Putih yang sirna
mendekati Hitam…
 
 
 

Khayalanku

Jauh dari sana khayalan ku datang
Membawa segelas kehormatan jiwa
Dengan segenap raga menemani setiap langkah
Memeberi kuasa yang terindah

Meski dalam khayal namun nyata
Mengitari cakrawala kehidupan yang sepi
Di hantaran debu yang mengilingi raga
Memberi pesona dalam hati

Itulah khayalan ku mampu hidup
Meski terhalang oleh kerasnya waktu
Aku mampu menjelajahi dunia
Dengan ku persembahkan keajaiban

Pagi maupun malam hadir memberi warna
Mentari maupun rembulan setia menemani
Aku tak’kan kosong meski ku jauh dari peradapan
Kini khayalku menjadi bagian dalam hidupku

BY : BINUSTROY
 
 
 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | GreenGeeks Review